Persaaan Membuncah Dihari Pertama Sekolah

Senyum indah tersungging di wajahnya.
Menambah kesan cantiknya.
Ini yang namanya anak Ayah.
Semoga kamu menjadi anak Sholehah.

Dia berlari-lari di tengah rumah. Riang nian kelakukannya hari ini. Senin, 15 Juli 2019 adalah hari pertamanya sekolah. Seragam sekolah berwarna hijau menutupi tubuhnya yang mungil dan lucu. Dilengkapi dengan jas almamater ala anak kuliah, dasi kupu-kupu ala pelayan di restoran, dan topi bulat ala anak pramuka.  

Hari ini Adinda resmi menjadi siswi TK B di sebuah sekolah di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Tak tertahan dan tak dapat dikatakan bahagia hati Adinda hari itu. Amunisi di dalam tas nya pun sudah penuh dan komplit. Penuh dengan makanan bekal. Misting warna kuningnya diisi sama roti tawar dilapisi selai strawberry. Botol minum bergambar little pony sudah terisi penuh dengan air minum. 

Read morePersaaan Membuncah Dihari Pertama Sekolah

Catatan Ayah – Semua Tentang Menyatukan Hati

Jeburrrr……..

Seorang anak perempuan dengan semangat melompat kedalam kolam renang di daerah Serpong. Gadis cilik berbaju renang biru tersebut seakan tidak khawatir dengan seberapa dalamnya kolam tersebut. Sambil berteriak seolah ia ingin menunjukkan kepada dunia naju renang yang baru dibelikan ayahnya semalam.

“Ayah, ayo kita main perosotan”. Sang anak mengajak ayahnya yang sedang memasang kacamata renang.

Sang ayah tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan putri kecilnya. Rasa sayang yang teramat besar membuat ayahnya tidak berdaya menolak semua keinginan anaknya.

Read moreCatatan Ayah – Semua Tentang Menyatukan Hati

[CERPEN] FinTech, Go-Jek, dan Lulusan SMP

Seorang pria berjaket hijau tampak ragu masuk kedalam kantor sebuah bank dengan warna dominan merah. Pria itu masih ragu meski sudah mendapat nomor antrian yang diberikan oleh personil pengamanan bertubuh tegap dan berambut plontos. Namun keraguan tersebut mendadak sirna ketika dia melihat beberapa orang berjaket hijau bergumul di sudut ruangan.

***

Read more[CERPEN] FinTech, Go-Jek, dan Lulusan SMP

Soket Lighter Mobil Tidak Hurung/Tidak Jalan/Tidak Menyala

RAD-WIFI-USB-MOBUSBBerawal dari perjalanan saya pulang bersama keluarga dari Tangerang ke Bandung, hati dirundung kegalauan, karena baterai HP habis (lebayyy…). Langsung aja saya ambil charger HP buat di mobil (yang dicolokin di lighter mobil). Kebetulan dulu pernah beli charger HP buat di mobil gitu di warungnya Ceu Mumun. Bentuknya kaya gambar disampin ini nih.

Tapi tanpa sadar mulut saya mulut saya bilang “Aduh teu hurung euy“. Sontak perempuan yang duduk di sebelah saya ikut teriak juga. “Apaaaaaa???”, (Jeng Jeng Jeng).

Read moreSoket Lighter Mobil Tidak Hurung/Tidak Jalan/Tidak Menyala

[CERPEN] Antara Euis dan Smart City

euis dan smart city“Ahhhhh…” Udara malam Kota Bandung yang dingin menyelimuti tubuhku yang mungil.

Kutarik tali kekang gas kuda besiku agar dia mau berlari ditengah ‘Tanjakan Emen’ yang terkenal itu.

Ditengah perjalanan, motorku seolah berbisik kepadaku. “Bang, aku haus”.

Kuajak Siti menepi ke sebuah tempat yang didominasi warna merah dengan tulisan ‘pasti pas’ dan sebuah kubus yang menunjukkan jempolnya.

Read more[CERPEN] Antara Euis dan Smart City

Surabaya-Bandung-Surabaya [Kereta Api]

5 September 2014. Kedua kalinya saya pulang ke Bandung dari Surabaya. Tapi sekarang pake kereta. Rupanya saya gagal dapet tiket pesawat murah lagi kaya sebelumnya. Tiket pesawat waktu itu cukup mahal dan bedanya cukup jauh sama tiket kereta. Ongkos kereta bisnis Surabaya-Bandung sekitar Rp 340.000,-. Tapi itu harga weekend. Kalau Senin sampai Kamis harganya sekitar Rp 235.000,-.

Waktu pulang ke Bandung dari Surabaya sama kembali ke Surabaya dari Bandung saya menggunakan kereta yang berbeda. Dari Surabaya ke Bandung saya pake kereta api Harina sedangkan dari Bandung ke Surabaya saya pake kereta api Mutiara Selatan. Saya pake kereta yang berbeda untuk pulang dan pergi karena pertimbangan jadwal.

Read moreSurabaya-Bandung-Surabaya [Kereta Api]

Surabaya-Bandung-Surabaya (Bandara Juanda)

Udah lama nggak nulis di blog. Sebenernya banyak kejadian yang mau saya ceritain. Cuma kayanya belum sempet buat nulis. Sebenernya sih harusnya sempet kalau di sempet-sempetin. Dan niatan tentu ada juga. Cuma niatan itu belum sampai ke otot-otot motorik tangan untuk menggerakkan jari-jari.

Mulai aja dari pengalaman pulang pertama kali dari Surabaya. Ya, sekarang saya ditempatkan di Surabaya. Kenapa Surabaya? Ya nggak tau, yang jelas Surabaya sekarang. Sampai kapan Surabaya? Nggak tau juga. Yang jelas Surabaya sekarang. Surabaya sekarang, sekarang Surabaya.

22 Agustus 2014. Untuk pertama kalinya saya pulang ke Bandung dari Surabaya. Kenapa Surabaya? Perlu diulang lagi Surabaya sekarang? Untuk pertama kalinya saya pulang. Pulang pake pesawat. Kebetulan dapet tiket lumayan buat bolak-balik Surabaya-Bandung, Bandung-Surabaya. Pesawat dari Surabaya menuju Bandung pada hari Jumat akan lepas landas pukul 21.00. Masih ada waktu, pulang kantor mampir kosan dulu buat nyimpen cucian dan ganti baju. Abis Magrib rencananya berangkat.

Read moreSurabaya-Bandung-Surabaya (Bandara Juanda)