[BOOK REVIEWS] The Alchemist – Sang Alkemis

Judul Buku : The Alchemist – Sang Alkemis
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia
Tebal : 213 halaman
Cetakan : Ketiga, Mei 2006
Buku ini merupakan salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Mungkin yang membuat buku ini menarik bagi kebanyakan orang adalah hikmah dan pesan moral yang terkandung didalamnya. Termasuk juga alur cerita yang tidak mudah ditebak.
Berkisah tentang Santiago, seorang gembala yang selalu berkelana mencari padang rumput di sebuah gereja tua untuk domba-dombanya. Beberapa kali Santiago mendapatkan mimpi aneh. Mimpi itu memerintahkannya untuk pergi ke Mesir mencari piramida tempat harta karun terkubur. Dia mendapatkan mimpi itu cukup sering. Pertama-tama dia pergi ke seorang peramal untuk menafsirkan mimpi tersebut. Sang peramal menyarankannya untuk mengikuti mimpi tersebut. Sang peramal berkata bahwa semua itu adalah pertanda takdir Santiago dan dia sudah bisa merasakan pertanda tersebut salah satunya melalui mimpi yang sering dia dapatkan.
Sampai di sebuah kota, Santiago bertemu dengan orang aneh yang tahu segala apa yang ada di hati Santiago, dan lagi-lagi menyarankan Santiago untuk mengikuti mimpinya, dia menerimanya. Setelah menjual dombanya, Santiago berkelana mencari piramida yang ada dalam mimpinya. Namun ada yang mencuri seluruh hartanya sampai tidak bersisa.
Karena tidak memiliki apa-apa, Santiago lalu bekerja pada sebuah toko Kristal dan sukses. Santiago melanjutkan perjalanannya. Di perjalanan Santiago bertemu dengan orang Inggris yang berkelana dengan tujuan untuk menemukan alkemis. Alkemis dikabarkan dapat mengubah apapun menjadi emas. Lambat laun keahlian membaca pertanda yang dimiliki Santiago semakin tinggi. Santiago bisa merasakan apa yang akan terjadi lewat tanda-tanda yang ada disekitarnya.
Akhirnya mereka sampai di sebuah oasis. Oasis itu memiliki banyak sumur dan pohon kurma. Oasis merupakan tempat yang netral dari peperangan. Itu sudah menjadi perjanjian diantara kaum-kaum. Tetapi Santiago melihat ada pertanda oasis tersebut akan diserang dan menyampaikan pertanda tersebut ke kepala suku oasis. Ternyata penyerangan tersebut menjadi kenyataan dan oasis bisa mengantisipasi penyerangan tersebut berkat pertanda yang dibaca oleh Santiago. Santiago menjadi penasihat di oasis tersebut.
Tiba-tiba seorang yang aneh datang menemui Santiago dan dia mengetahui apa yang ada di hati Santiago dan seluruh kejadian yang menimpanya. Dialah sang alkemis.
Selain sang alkemis, Santiago juga bertemu dengan seorang wanita gurun bernama Fatima. Mereka saling jatuh cinta. Tapi berdasarkan saran sang alkemis, Santiago tetap harus mengikuti hatinya untuk berkelana menemukan piramida karena pertanda-pertanda yang dibacanya selama ini merupakan takdir yang akan membawa Santiago pada tujuan akhirnya. Ada konflik dalam hatinya apakah harus menetap di oasis untuk tetap bersama dengan Fatima atau mengikuti kata hatinya.
Santiago memutuskan untuk meneruskan perjalanan menemukan piramida. Fatima akan menunggu. Singkat cerita Santiago akhirnya menemukan piramida. Tentu saja dengan membaca pertanda-pertanda yang ada di sekitarnya. Tetapi di sekitar piramida Santiago tidak menemukan satupun harta karun. Dia hanya bertemu perampok yang mengatakan bahwa perompak tersebut juga mendapatkan mimpi menemukan harta karun di sebuah gereja tua tempat Santiago mengembala dombanya. Santiago melihat pertanda itu dan mencari harta karun di gereja tua tempat dia mengembala di awal cerita. Benar saja, harta karun ditemukan disana. Tapi kenapa mimpinya harus membawa dulu dia ke mesir? Kenapa tidak langsung ditunjukkan tempat harta karun tersebut? Kenyataannya harta karun tersebut sebenarnya sangat dekat dengan tempat tinggalnya. Di gereja tua. Mungkin itulah takdirnya. Takdirnya harus bertemu Fatima, harus bertemu sang alkemis, harus menjelajah padang pasir, dan harus melihat piramida.
Santiago bisa membaca pertanda apa yang akan terjadi. Mungkin dia juga seorang alkemis. Dia juga akan kembali kepada Fatima.
Banyak hikmah yang terkandung di dalam buku ini. Contohnya “semua yang terjadi pada kita adalah takdir dan itu adalah perjalanan untuk kita mencapai tujuan akhir”, “satu hal yang membuat orang tidak bisa meraih impiannya: takut gagal”, dan banyak lagi hikmah yang bisa kita ambil.
Hanya satu kekurangan buku ini menurut saya, bahasa dan bahasannya sangat serius dan baku. Saya lebih menyukai novel yang bisa “menggelitik” sedikit-sedikit.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.