[BOOK REVIEWS] Bidadari Bermata Bening

Judul Buku: Bidadari Bermata Bening
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika
Jumlah Halaman: 337 Halaman
Cetakan: Pertama, April 2017

Bercerita tentang seorang gadis bernama Ayna. Gadis cantik yang sekolah di sebuah pesantren setingkat SMA dan tinggal disana. Ibunya seorang TKW yang bekerja di Yordania, lalu menikah dengan majikannya yang tidak lain adalah ayahnya. Namun kedua orang tuanya saat ini sudah meninggal.

Ayna merupakan anak yang sangat rajin. Dia sering membantu di dapur untuk mempersiapkan keperluan makan bagi santri lainnya. Dia juga sering membantu Kyai Sobron, pimpinan pesantren dan istrinya dirumahnya. Selain rajin, Ayna juga memiliki otak yang cemerlang. Tidak heran jika dia memiliki banyak teman dan menjadi kesayangan Kyai.

Saat tiba waktu kelulusan, Ayna mendapat nilai tertinggi se-Jawa Tengah. Dia mendapatkan penghargaan dari walikota dan diliput di beberapa media cetak.

Setelah kelulusan, Ayna memiliki banyak waktu untuk merencanakan kembali hidupnya kedepan. Apakah akan melanjutkan ke perguruan tinggi atau tetap mondok. Karena waktu agak luang, dia menyempatkan diri untuk mengunjungi Pakdenya di kampung.

Ayna sudah tidak memiliki keluarga lagi kecuali keluarga pakdenya. Terakhir bertemu, sikapnya tidak terlalu baik pada Ayna. Hal itu membuat Ayna heran ketika menemui pakdenya dan bersikap sangat baik dan peduli, berbeda dengan pakdenya saat terakhir kali bertemu.

Kebaikan pakdenya tersebut ternyata memiliki maksud tertentu. Dia hendak menikahkan Ayna dengan anak seorang pejabat di kampungnya. Hal ini dilakukannya agar jalannya mulus untuk menjadi pejabat daerah.

Pada waktu yang berdekatan, Gus Afif anak Kyai Sobron menemui Ayna dirumahnya. Dia menyatakan bahwa dia memiliki perasaan kepada Ayna, namun akan meminta orangtuanya melamar Ayna setelah mendapatkan jawaban dari Ayna. Namun hal itu sudah terlambat. Ayna keburu dilamar oleh Yoyok, anak salah satu pejabat yang dijodohkan oleh pakdenya.

Sejak Ayna menikah dengan Yoyok, Gus Afif merasa sedih hanya sedikit makanan yang bisa masuk ke perutnya hingga badannya kurus kering. Hingga suatu hari dia memutuskan pergi dari rumahnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Orangtuanya pun bahkan tidak tahu kemana perginya Gus Afif.

Namun ternyata Yoyok bukan orang yang baik. Ilmu agamanya sangat kurang dan dia terlibat korupsi. Saking bejatnya, dia bahkan tega menyerahkan Ayna kepada salah satu pejabat polisi agar dia bisa terlepas dari jerat hokum. Yoyok berencana untuk menceraikan Ayna sehingga Ayna bisa menikah dengan pejabat polisi tersebut. Ayna melihat ini merupakan kesempatannya untuk bisa lepas dari semua ini.

Ayna menerima tawaran tersebut. Setelah Yoyok resmi menceraikan Ayna dan sebelum dilaksanakan pernikahan dengan pejabat polisi tersebut, Ayna pergi dari kampungnya hingga seolah menghilang dan tidak ada yang tahu keberadaannya. Alhasil Yoyok dan keluarganya tetap dijebloskan ke penjara karena terbukti melakukan korupsi.

Ayna saat ini hidup di Jakarta. Ayna tidak pernah menyerah untuk mencari pekerjaan hingga bertemu dengan Bu Rosidah, seorang pengusaha wanita pemilik beberapa bisnis. Singkat cerita Ayna menjadi orang kepercayaan Bu Rosidah karena kejujuran dan kecerdasannya. Ayna mengelola sebuah pabrik roti milik Bu Rosidah.

Disamping mengelola pabrik roti, Ayna juga berniat untuk membuka panti asuhan. Dia menginginkan pengurusnya merupakan orang yang memiliki ilmu agama sehingga dapat memberi kebaikan kepada anak-anak asuhannya. Salah seorang rekan Ayna mengusulkan untuk merekrut seseorang yang biasa menjual rotinya, katanya Udin namanya. Menurut rekannya Udin merupakan orang yang cocok untuk mengurus panti asuhan miliknya. Rekan tersebut mengirimkan foto Udin yang sedang duduk menunduk di pinggir jalan menggunakan topi sehingga tidak terlihat wajahnya dan tangannya memegang Quran.

Beberapa hari kemudian, Ayna mendapat kabar bahwa Bu Nyai, istri Kyai Sobron jatuh sakit. Dia segera pergi untuk menjenguknya di Yogyakarta. Ayna menceritakan lika-liku hidup yang dijalaninya kepada Bu Nyai. Bu Nyai sedikit terhenyak saat Ayna menunjukkan foto Udin yang dikirimkan rekannya di handphone. Rasanya Bu Nyai familiar dengan sosok tersebut.

Setelah Bu Nyai agak pulih, Bu Nyai menyampaikan maksudnya untuk menikahkan anaknya Gus Afif dengan Ayna. Bu Nyai merasa bahwa Udin yang fotonya diperlihatkan oleh Ayna sangat mirip dengan Gus Afif. Bu Nyai pun meminta Gus Asif, anaknya yang tertua untuk menemui Udin. Jika benar Udin adalah Gus Afif, dia diminta untuk mengajaknya pulang.

Setelah ditemui, firasat orang tua memang tidak pernah salah. Udin adalah Gus Afif. Selama ini dia berjualan roti yang dibuat di pabrik Ayna namun Ayna tidak mengetahuinya. Gus Asif berhasil mengajak Gus Afif pulang ke Yogyakarta dan menemui ibunya serta Ayna.

Setelah dirundingkan, keduanya dengan bahagia menyetujui rencana pernikahan mereka. Dalam waktu dekat mereka melaksanakan pernikahan. Selanjutnya Gus Afif melanjutkan pendidikannya di Yordania, tentu saja mengajak Ayna istrinya.

Menurut saya buku ini secara keseluruhan cukup baik. Konflik yang diciptakan oleh penulispun sangat renyah. Asik untuk diikuti namun konflik-konflik tersebut terlalu pendek. Maksudnya beberapa konflik dapat terselesaikan dengan sangat cepat dan cukup mudah. Namun buku ini masih cukup menarik untuk dibaca.

Untuk novel ini menurut saya nilainya 7/10.

Leave a Comment