[BOOK REVIEWS] Bumi Cinta

Judul Buku: Bumi Cinta
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Basmala
Jumlah Halaman: 545 Halaman
Cetakan: Pertama, November 2013

Muhammad Ayyas, seorang pemuda Indonesia yang datang ke Rusia untuk keperluan penelitian. Rusia, sebuah negara yang menjunjung tinggi budaya kebebasan. Akan ada banyak godaan yang dihadapi Ayyas selama di negeri ini.

Sesampainya di bandara Rusia, Ayyas dijemput oleh temannya Devid. Devid juga sudah mencarikan tempat tinggal untuk Ayyas selama di Rusia.

Namun mencari tempat tinggal yang murah dan layak di Rusia tidak mudah. Devid mendapatkan sebuah apartemen untuk Ayyas yang dihuni oleh 3 orang. Masalahnya, 2 orang penghuni apartemen yang akan Ayyas tempati adalah wanita rusia. Namanya Yelena dan Linor.

Godaan pertama muncul. Meskipun cuaca di Rusia sedang musim dingin, namun didalam apartemen selalu dinyalakan penghangat sehingga suhu ruangan menjadi tidak terlalu dingin. Bungan suhu udara sebenarnya yang menjadi masalah buat Ayyas. Tapi kedua wanita sesama penghuni apartemen dimana Ayyas tinggal selalu menggunakan pakaian serba mini didalam apartemen.

Yelena merupakan salah satu wanita penghubur kelas atas dan dia bersikap biasa saja pada Ayyas. Tapi Linor, nampaknya dia benci kepada Ayyas karena dia orang Islam. Linor merupakan salah satu agen organisasi yang sangat membenci Islam. Dirinya selalu didoktrin oleh pimpinan organisasi bahwa Islam adalah kaum yang hanya membawa kerugian bagi kehidupan.

Selain itu, kehidupan mafia juga sangat marak di Rusia. Yelena bekerja di bawah naungan salah satu mafia tersebut. Keributan juga pernah terjadi di dalam apartemen antara Ayyas dengan salah satu anggota mafia. Hal itu terjadi saat Ayyas baru pulang dari kampus dan masuk ke apartemennya. Ayyas secara tidak sengaja melihat salah satu wanita penghuni apartemennya sedang berhubungan dengan anggota mafia. Ayyas memalingkan muka dan anggota mafia tersebut merasa tersinggung. Keributan tidak dapat dihindarkan.

Godaan tidak hanya datang dari 2 wanita cantik di apartemennya, tapi juga dari dosen pembimbingnya. Seorang dosen wanita muda yang diam-diam menyimpan perasaan kepada Ayyas.

Ujian tidak hanya berhenti disitu, Linor yang merupakan salah satu agen organisasi yang sangat membenci Islam berencana untuk menjebak Ayyas dengan menuduhnya sebagai teroris yang akan meledakkan bom di sebuah pusat keramaian. Bom memang meledak, namun Ayyas memiliki alibi yang kuat sehingga pihak kepolisian tidak memiliki alasan untuk menahannya.

Setelah beberapa lama, titik balik terjadi kepada hampir seluruh tokoh yang ada dalam buku ini. Yelena sudah lelah menjadi wanita penghubur. Yelena merasa selama ini dia hanya menjadi binatang peliharaan yang dimainkan oleh banyak lelaki hidung belang.

Suatu ketika, sebuah kecelakaan menimpa Yelena dan Ayyas lah yang membantunya. Yelena merasa bahwa Islam telah berada di sekitarnya dan membawa kedamaian melalui seorang pemuda Muslim dari Indonesia. Yelena pun mantap untuk memeluk Islam dan meninggalkan kehidupan gelapnya.

Di saat yang sama, Devid pun sudah lelah dengan kehidupan bebasnya. Dia ingin kembali kejalan kedamaian yang dulu pernah dirasakannya melalui Islam. Setelah berkonsultasi dengan Ayyas dan beberapa ulama, Ayyas menyarankan agar Devid segera menikah agar nafsunya dapat terkendali dan tersalurkan. Ayyas menjodohkan Devid dengan Yelena. Keduanya sama-sama sudah bertaubat dan mereka dapat beribadah dengan cara memperdalam Agama Islam sebagai suami istri.

Di saat yang sama, Linor menemui ibunya di Berlin. Saat itu terkuaklah sebuah fakta mengejutkan yang selama ini Linor tidak tahu. Ibunya mengajak Linor untuk menonton sebuah video pembantaian warga Palestina oleh organisasi yang diikuti Linor. Di dalam video tersebut terlihat seorang wanita berkerudung disiksa dengan kejam. Dari situ Linor merasa iba dan tersentuh, dan ia akan segera tahu fakta yang selama ini disimpan oleh ibunya yang ada di Berlin.

Setelah membiarkan Linor menonton video itu beberapa kali, ibunya memberi tahu Linor bahwa wanita Palestina yang disiksa di dalam video itu adalah ibu kandungnya. Rupanya Linor yang selama ini membenci Islam merupakan keturunan Palestina dan beragama muslim. Mendadak Linor menjadi benci dengan organisasi tempatnya bernaung yang memiliki visi untuk menghancurkan Islam. Dan saat itu juga ia langsung teringat kepada Ayyas, pemuda Muslim dari Indonesia yang selalu menjadi targetnya.

Setelah bertaubat dan menyatakan diri masuk Islam, Linor berniat untuk menemui Ayyas. Perlahan-lahan ia mulai mencintai Islam. Tidak hanya itu, diam-diam rasa cinta tumbuh kepada pemuda dari Indonesia yang mengenalkan Islam pertama kali kepadanya, Ayyas, meskipun saat itu tentu saja Linor tolak dengan sangat keras.

Setelah beberapa bulan, Linor menemui Ayyas di kediamannya dan menceritakan fakta yang baru diketahuinya. Linor pun dengan ragu-ragu menyatakan perasaannya dan bersedia dilamar oleh Ayyas. Linor memang cantik, tapi kelakuannya dulu membuat Ayyas harus berpikir dua kali untuk membalas rasa cinta Linor kepadanya.

Saat Linor keluar dari kediaman Ayyas, Ayyas berniat mengejar Linor untuk menyatakan bahwa diapun memiliki perasaan terhadap Linor. Namun saat Ayyas memanggil Linor, sebuah mobil van hitam lewat didepan Linor. Mobil hitam tersebut merupakan mobil milik organisasi tempat dulu Linor bergabung.

Tiba-tiba, “Dor Dor”.

Seorang pemuda keluar dari pintu mobil dan menembak Linor. Rupanya organisasi tersebut mengetahui bahwa Linor sudah tidak ingin berurusan lagi dengan organisasi tersebut. Agar berita terkait organisasi tersebut tidak menyebar, mereka pasti membersihkan mantan agen yang keluar dari organisasinya.

Mobil tersebut langsung melarikan diri. Ayyas seolah tidak percaya melihat kejadian tersebut. Ayyas membawa Linor ke rumah sakit. Jika Linor berhasil diselamatkan, Ayyas berjanji akan melamarnya. Namun jika Linor meninggal, Ayyas sudah ikhlas dan yang paling penting Linor meninggal setelah bertaubat dan dalam keadaan Islam.

Begitulah akhir cerita dari novel ini. Tidak diceritakan bagaimana akhir kehidupan Linor dan Ayyas. Apakah Linor selamat atau tidak, apakah Ayyas berjodoh dengan Linor, hal ini tidak diceritakan. Mungkin penulis membiarkan pembaca untuk menentukan sendiri endingnya.

Konflik yang disajikan dalam buku ini cukup banyak dan dapat membawa emosi pembaca. Salah satu novel yang harus dibaca. Menurut saya, nilai dari buku ini 7,5 dari 10.

Leave a Comment