[TRIP TO] Vietnam – Hari Kedua– 13 November 2016

Nah, dihari kedua inilah mungkin saya akan lebih banyak cerita. Karena memang acara jalan-jalannya ada di hari kedua.

Minggu, 13 November 2016. Berangkat dari Kuala Lumpur sekitar jam 6 pagi dan mendarat di Noi Bai International Airport di Hanoi sekitar jam 9. Waktu di Kuala Lumpur 1 jam lebih cepet dari Jakarta. Tapi waktu di Hanoi itu sama dengan di Jakarta. Jadi ya ga perlu setting lagi jam tangan.

Sampe airport harus lewat pemeriksaan imigrasi dulu. Petugas imigrasinya serem-serem nih. Semuanya masih muda, tegap, pake seragam hijau mirip tentara, dan ga ada yang senyum sama sekali. Ga ada petugasnya yang bapak-bapak buncit, kumisan, ngobrol sana sini, . Tapi mungkin juga itu karena sugesti yang udah tertanam saja mengenai Vietnam. Tapi Alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Terus karena saya bawa anak kecil dan juga bawa paspor dinas, jadi aja diselamatkan dari antrian-antrian pemeriksaan imigrasi yang panjang itu.

Setelah ambil koper, hal pertama yang perlu kita lakukan saat tiba di Vietnam adalah nuker duit. Di bandara banyak money changer. Pertama saya nuker dulu $300 terus dapet sekitar 6.000.000 Vietnam Dong. Terus hal kedua yang perlu dilakukan adalah cari transportasi untuk ke Hanoi karena letak bandaranya cukup jauh sama kaya di Jakarta. Kebetulan saya sudah pesan jemputan sebelum saya tiba di Hanoi. Harganya $16 untuk sekali jalan dari bandara ke Hanoi. Sebenernya kalau pake taksi langsung pesen disana juga harganya hampir sama (kalau kita dapet taksi yang bener). Tapi daripada kita kebingungan di negara orang, saya memutuskan untuk pesen airport transfer aja. Jadi itungannya kaya kita sewa mobil.

Sampai hotel masih pagi sekitar jam 10, untung aja bisa early check in. Check in lah di Hotel Pan Pacific Hanoi, istirahat sebentar, dan bersiap untuk lanjut jalan.

Hal pertama yang dicari adalah makan karena belum sarapan sejak sampai di Hanoi. Untung aja ada KFC pas di depan hotel. Tapi KFC nya lebih enak di Indonesia, lebih gurih.

Selesai makan, tujuan pertama adalah Tran Quoc Pagoda. Lokasinya ga begitu jauh dari hotel. Bisa jalan kaki sekitar 300 meter. Tapi sayang pas sampai sana pintunya masih ditutup jadi belum bisa masuk ke dalam pagodanya.

Setelah foto-foto di Tran Quoc Pagoda, tujuan selanjutnya adalah Ho Chi Minh Museum. Tempatnya agak jauh kalau jalan kaki, kami memutuskan untuk naik taksi. Kami naik taksi yang mangkal dekat situ. Tapi diajak muter-muter ternyata. Naik taksi sekali habis 200.000 Dong. Padahal jaraknya ga begitu jauh.

Ini tips juga buat yang mau pergi ke Hanoi. Kalau mau naik taksi naik yang mereknya Mailinh (warna hijau) atau taxi group (strip merah biru). Udah lah pake kedua taksi itu aja yang paling terpercaya. Yang lainnya mendingan jangan.

Sampai di Ho Chi Minh Museum, ternyata tutup karena sedang perawatan rutin setiap bulan November dan Desember. Untunglah tempatnya sebelahan sama Ho Chi Minh Mausoleum. Jadi ga terlalu kecewa.

Setelah puas foto-foto di Ho Chi Minh Mausoleum, lanjut lagi jalan ke Imperial Citadel of Thang Long. Jalan kaki aja. Tiket masuknya 35.000 Dong per orang.

Lanjut lagi ke Temple of Literature. Tempatnya jauh tapi harus naik taksi. Tiket masuknya juga sama 35.000 Dong per orang.

Hari sudah sore. Waktunya pulang ke hotel dan istirahat untuk persiapan jalan malamnya.

— AAAAAAAAAA —

Malamnya kita jalan ke daerah Hoan Kiem Lake. Hoan Kiem Lake ini merupakan pusat kotanya Hanoi. Ada sebuah danau dengan sebuah temple ditengahnya. Danau ini juga dikelilingi pusat perbelanjaan mulai dari mall mewah hingga sentra belanja pinggir jalan. Wajarlah jika daerah ini menjadi pusat kegiatan warga dan turis di Hanoi.

Kebetulan lagi ada night market. Night market ini semacam car free night yang cuma ada di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu aja.

Selesai jalan-jalan di night market, berakhirlah hari ini. Waktunya kembali ke hotel dan istirahat.

« 1 of 7 »

Galeri foto selengkapnya dapat dilihat di galeri.agniluthfi.com.

Leave a Comment