[BOOK REVIEWS] Cinta Suci Zahrana

Judul Buku: Cinta Suci Zahrana
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Ihwah Publishing House
Jumlah Halaman: 284
Cetakan: Pertama, Mei 2011

cinta-suci-zahranaNamanya Zahrana, biasa dipanggil Rana. Gadis cantik berjilbab ini tinggal bersama kedua orang tuanya di daerah Semarang Jawa Tengah. Rana merupakan anak semata wayang dari pasangan yang sudah cukup tua. Ayahnya merupakan pensiunan PNS di Semarang dan mereka tinggal di sebuah komplek perumahan di Semarang.

Rana merupakan gadis yang berprestasi. Setelah menyelesaikan program pendidikan sarjananya di salah satu kampus di Jawa Tenga, dia melanjutkan pendidikannya ke program magister di Institut Teknologi Bandung juga dengan jurusan yang sama. Setelah itu, dia menjadi dosen di salah satu universitas di Kota Semarang. Bahkan dia pun sempat menerima penghargaan dari sebuah universitas ternama di China atas karyanya.

Namun prestasi yang membanggakan itu memiliki harga yang harus dibayar. Kedua orang tuanya nampak kurang senang dengan itu semua. Bukan karena tidak senang dengan kesuksesan yang digapai Rana, tetapi bukan hanya itu yang diinginkan oleh orang tuanya. Orang tua Rana ingin segera menimang cucu dari anak semata wayangnya.

Meskipun usia Rana sudah bisa dibilang tidak terlalu muda, yaitu diatas 30 tahun, hingga saat ini Rana belum menikah. Ada saja alasan Rana setiap kali ada orang yang bertanya kapan menikah, bahkan orang tuanya sendiri. Kesuksesan akademik memiliki prioritas yang lebih tinggi dimata Rana. Orang tua dan rekan-rekannya pun sudah berusaha mulai dari membujuk Rana, mengajak diskusi, hingga mengenalkannya dengan beberapa pemuda untuk dijodohkan. Namun langkah-langkah tersebut belum juga berhasil.

Beberapa waktu berlalu, hingga Rana tersadar bahwa hidup tidak hanya mengejar kesuksesan akademik dan karir. Manusia juga diberikan tugas oleh Tuhan untuk melestarikan spesiesnya, melanjutkan keturunan. Hingga muncul tekad Rana untuk segera menikah.

Namun tekad Rana yang sudah bulat tersebut seolah tidak mendapat sambutan baik dari alam semesta. Dia merasa kesulitan mencari jodoh, mungkin karena dia sudah cukup berumur juga. Lelaki yang umurnya diatas Rana sebagian besar sudah menikah. Lelaki yang umurnya dibawah Rana pun merasa ragu untuk menikahi perempuan yang umurnya diatas mereka. Apalagi ditambah tingkat pendidikan Rana yang bisa dibilang cukup tinggi. Karirnya pun cemerlang, dosen berprestasi di sebuah universitas di Semarang. Kebanyakan lelaki akan minder.

Di kampus, bisa dibilang Rana merupakan dosen yang menjadi favorit semua orang mulai mahasiswa hingga rekan kerja. Wajahnya yang cantik dan sikapnya yang lembut bisa menjadi peneduh bagi orang-orang di sekitarnya. Suatu hari, Rana didatangi oleh seorang mahasiswinya. Mahasiswi tersebut mengajak seorang mahasiswa bernama Hasan. Hasan bermaksud untuk meminta Rana menjadi dosen pembimbingnya karena dosen pembimbing Hasan sebelumnya melanjutkan kuliah di luar sehingga tidak bisa lagi menjadi pembimbing Hasan. Rana pun menyetujui.

Tidak hanya menjadi favorit mahasiswa dan rekan kerjanya, Rana juga dikagumi oleh dekannya bernama Sukarman atau biasa di panggil Pak Karman. Pak Karman diam-diam menyukai Rana. Pak Karman rupanya serius dengan perasaannya. Dia menyatakan rasa cintanya kepada Rana melalui pembantu dekan.

Pak Karman memang sudah menjadi duda saat istrinya meninggal beberapa waktu lalu. Dia pun memiliki tingkat pendidikan yang sangat baik, seorang doktor. Ditambah lagi Pak Karman memiliki beberapa bisnis di berbagai kota mulai dari SPBU hingga bisnis lainnya. Namun Rana tidak suka. Rana menilai Pak Karman memiliki moral yang kurang baik yang tidak bisa ditoleransi Rana. Contohnya adalah kasus pelecehan seksual kepada mahasiswi dan penyuapan untuk mendapatkan nilai yang bagus. Kasus tersebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan kampus.

Rana sempat menolak perasaan Pak Karman melalui pembantu dekan juga. Namun Pak Karman tidak menyerah sampai disitu. Dia langsung mendatangi rumah Rana untuk melamar langsung ke orang tuanya. Orang tuanya sebenarnya setuju karena tidak mengetahui skandal yang menjerat Pak Karman, dan Rana pun tidak memberi tahu orang tuanya. Dan hasilnya, Rana lagi-lagi menolak. Penolakan Rana tersebut membuat sisi jahat Pak Karman muncul. Beberapa kali Pak Karman meneror Rana dengan kata-kata yang tidak enak.

Karena ada konflik internal di dalam kampus, Rana memutuskan untuk mengundurkan diri dari kampus. Setelah mengundurkan diri, Rana menjadi seorang guru di sebuah yayasan pesantren. Di yayasan pun pencarian jodoh Rana tidak berhenti, Rana tetap berusaha. Rana meminta bantuan salah satu temannya untuk menemui pimpinan yayasan untuk mencarikannya jodoh. Pimpinan yayasan merekomendasikan seseorang yang menurutnya cocok untuk Rana. Dia pun dinilai bertanggung jawab dan memiliki moral yang sangat baik, meskipun dia hanya seorang tukang kerupuk.

Rana menyetujui dan proses lamaranpun dilewati. Namun pada malam sebelum pernikahan, sebuah musibah menimpa Rana. Rana mendapat kabar bahwa calon suaminya meninggal tertabrak kereta. Pada saat yang sama, Pak Karman kembali menerornya hingga Rana yakin bahwa Pak Karman lah penyebab kematian calon suaminta. Namun Rana tidak dapat melapor ke polisi karena tidak memiliki bukti yang kuat terkait hal tersebut.

Waktu terus berlalu, Rana masih menjalani kesehariannya sendiri tanpa pasangan. Orang tuanya pun sudah tidak bersemangat. Semuanya sudah pasrah. Namun pada saat seolah sudah tidak ada jalan, seorang dokter wanita menemui Rana. Dokter tersebut berencana untuk melamar Rana untuk anaknya, dan anaknya bernama Hasan. Rupanya mahasiswa yang dibimbingnya mengagumi Rana dan dia tidak keberatan meskipun istrinya memiliki umur diatasnya. Pada saat yang sama, Rana mendapatkan kabar dari Koran bahwa Pak Karman tewas dihajar mahasiswanya saat sedang melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi di ruangannya.

Buku ini cukup menarik. Kang Abik bisa merangkai cerita yang membuat pembaca terbawa suasana. Terdapat beberapa kejutan yang tidak bisa ditebak oleh pembaca. Dan ini sangat berkesan bagi pembaca.

Secara keseluruhan, buku ini saya kasih nilai 7,5 dari 10. Buku ini juga sudah dibuat filmnya.

Leave a Comment