[BOOK REVIEWS] 20 Keys to A Winning Culture

Judul Buku: Effective Management; 20 Keys to A Winning Culture
Penulis: A. Keith Barnes
Penerbit: ASTD Press
Jumlah Halaman: 154

Dalam kehidupan berorganisasi termasuk bisnis, peran pimpinan atau manajer sangat penting. Tidak hanya memantau proses bisnis yang ada pada organisasi atau bisnis tersebut, manajer juga perlu memiliki tujuan akan dibawa kemana organisasi tersebut. Dalam mencapai tujuannya, organisasi perlu menggunakan sumber daya yang ada dengan optimal. Tidak hanya sumber daya berupa uang dan bahan baku, tetapi juga sumber daya manusia.

Pada teori strategi bisnis yang berkembang belakangan ini, sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam organisasi. Pegawai tidak lagi dianggap sebagai beban perusahaan atau organisasi, tetapi pegawai lebih dipandang sebagai aset. Departemen sumber daya manusia pun tidak lagi dipandang sebagai departemen yang hanya menjalankan fungsi personalia, tetapi juga sebagai strategic partner bagi perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan besarnya.

Pimpinan atau manajer sebagai nahkoda sebuah organisasi memiliki tugas untuk mengelola sumber daya manusia di perusahaan atau organisasinya termasuk kultur timnya. Kultur dalam sebuah organisasi ibarat arah utara pada angsa. Angsa secara bergerombol terbang ke arah utara untuk berkembang biak pada musim panas Arktik. Kultur berfungsi sebagai acuan sikap yang perlu dimiliki oleh setiap anggota organisasi sehingga setiap anggota organisasi dapat bergerak dengan arah dan kecepatan yang sama. Hal ini juga dapat diibaratkan oleh formasi “V” pada kelompok angsa yang sedang terbang. Dengan membentuk formasi “V”, kepakan sayap angsa didepan memberi daya dukung bagi angsa di belakangnya. Angsa di belakang lebih mudah untuk menembus udara yang dilewati. Artinya, kultur juga berfungsi sebagai katalisator bagi sebuah organisasi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Pimpinanlah yang bertugas untuk membentuk kultur di dalam tim. Penulis buku ini membahas 20 kunci yang perlu dikembangkan oleh pimpinan agar manusia di dalam organisasinya memiliki “winning culture” sehingga dapat menjalankan organisasi dengan optimal. Dalam resensi ini, 20 kunci tersebut dibuat dalam bentuk mind map dan setiap mind map memuat 5 kunci.

Ada beberapa hal yang membuat buku ini semakin menarik untuk dibaca yaitu terdapat kasus pada setiap akhir bab. Kasus di setiap bab tersebut masih “menggantung” dan tidak terdapat penyelesaian. Pembaca dapat menanggapi kasus-kasus tersebut dan membandingkannya dengan tanggapan penulis pada akhir buku. Selain itu, judul setiap bab juga unik dan tidak biasa sehingga membuat pembaca semakin penasaran untuk menyusuri isi bab tersebut. Contohnya adalah bab 15, “Your Achilles’ Heel”.

Namun terdapat juga beberapa kekurangan pada buku ini. Salah satunya adalah banyak tips yang sudah umum dibahas sehingga pembaca cenderung hanya sekilas membaca bagian tersebut. Contohnya adalah tips pelatihan pada bab 2 dan tips rapat pada bab 3. Selain itu, terdapat beberapa pembahasan juga yang kurang mendalam dan hanya “bermain” di kulitnya saja. Contohnya adalah pada sebuah bab, penulis memberikan tips untuk membangun kepercayaan dalam tim. Tetapi penulis tidak menjabarkan cara untuk membangun kepercayaan tersebut.

Secara umum, buku ini cukup baik untuk mengingatkan kembali para pimpinan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membentuk “winning culture”. Namun, buku ini tidak dapat dijadikan referensi utama. Diperlukan referensi lain yang dapat membahas setiap “kunci” dengan lebih mendalam.

Leave a Comment