[BOOK REVIEWS] Negeri Van Oranje

Judul Buku : Negeri Van Oranje

Pengarang : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Annisa Rijadi, dan Rizki Pandu Permana

Penerbit : Bentang

Tebal : 575 halaman

Cetakan : Pertama Edisi II, Juni 2014

Belanda, negara berwarna orange, memang tidak ada habisnya cerita tentang negara ini. Banyak hal menarik yang bisa di eksplor. Tapi banyak juga yang kesal karena negeri itulah yang dulu pernah menjajah kita selama ratusan tahun. Tapi tidak dengan sekawanan anak manusia Indonesia di negeri berwarna oranje ini.

Terbilanglah beberapa anak manusia turunan ibu pertiwi bertemu di salah satu stasiun di Belanda. 4 cowo 1 cewe. Mereka tampaknya jatuh hati pada negeri oranje ini. Hal ini bisa dibuktikan dari pilihan mereka untuk menuntut ilmu di negeri kincir angin. Mereka adalah Lintang sang cewe, Wicak, Banjar, Daus, dan Geri. Mereka tinggal di kota yang berbeda. Waktu itu mereka kebetulan ketemu di salah satu stasiun.

Mereka tinggal di kota yang berbeda, tempat kuliahnya juga beda. Ada yang jurusan hukum, sastra, kehutanan, dll. Mereka jadi temen akrab. Malah jadi satu geng namanya Aagaban.

Buku ini nyeritain kehidupan mereka sehari-hari di negeri kompeni. Dinamika hidup mereka rasain. Mulai dari kekurangan duit sampe ngerebutin cewe. Ya, mereka semua ngerebutin satu cewe yang sama. Cewe itu adalah Lintang. Cowo-cowo di geng Aagaban semuanya ngecengin Lintang kecuali satu cowo. Cowo yang ngga keliatan ambisinya untuk dapetin Lintang adalah Geri, cowo yang paling ganteng di antara cowo-cowo geng Aagaban. Tapi masalahnya, Lintang sukanya sama Geri.

Sebenernya Lintang udah punya pacar disana. Tapi ternyata kandas di tengah jalan. Ya akhirnya Lintang suka sama Geri bahkan sebelum putus sama pacar bulenya.

Mereka makin akrab makin akrab makin akrab. Sering jalan bareng. Susah senang bersama juga sering mereka jalanin. Tapi ada satu yang bikin semuanya kaget. Waktu Lintang mau nganterin pisang goreng ke apartemen Geri, Lintang liat dari jendela kalau Geri lagi ciuman sama seseorang. Tapi yang bikin lebih kaget lagi, seseorang itu adalah seorang cowo.

Apa? !!!!!

Alamak, ternyata Geri gay. Hancurlah hati Lintang. Akhirnya temen satu geng nya juga tau tentang ke gay-an Geri. Ya mereka kaget juga selama ini sering bobo bareng sama Geri. Untung aja belum sempet diapa-apain.

Setelah selesai tesis masing-masing, akhirnya luluslah mereka. Mereka jalan-jalan keliling Eropa bareng-bareng untuk terakhir kalinya.

Cerita langsung lompat ke 2 tahun kemudian. Semua anggota Aagaban ngumpul di Jakarta untuk sebuah acara. Acara nikahannya Lintang. Ternyata Wicak yang berhasil dapetin Lintang. Tapi anggota cowo Aagaban yang lain (nggak termasuk Geri) ngga ngerasa iri. Ya mungkin iri juga sih dalam hati. Tapi mereka udah mengikhlaskan Lintang ke tangan Wicak. Sebuah reuni yang membahagiakan.

Banjar jadi pengusaha bawang, Daus jadi staf presiden, Wicak kerja di NGO dan berkantor di Barcelona, Lintang kerja di deplu, dan Geri, saya lupa dia jadi apa. Kayanya memang ga diceritain deh. Selesailah cerita.

Alur ceritanya memang tidak begitu panjang. Cukup simpel. Hanya nyeritain sekawanan anak Indonesia yang lagi kuliah di walanda. Tapi apa yang bikin buku ini tebel banget?

Yang bikin buku ini tebel adalah kalimat-kalimat di dalemnya yang diselipin Bahasa Belanda. Penulisnya pun nyeritain alur ceritanya dengan sangat detail. Misal jalan-jalan ke suatu tempat. Dia sebutin nama jalannya, gedungnya, makanannya, tempatnya, orangnya, dan lain-lainnya dengan sangat detail. Disebutin bener-bener akurat dan detail. Jadi bisa dijadiin semacam panduan jalan bagi siapa aja yang mau pergi ke negeri oranje ini baik buat jalan-jalan maupun buat menuntut ilmu. Banyak juga kejadian lucunya. Cukup bagus.

Leave a Comment