Tingkatan Manajemen Manusia

Akhir-akhir ini manajemen manusia merupakan salah satu bidang yang sedang berkembang pesat. Konsep-konsep baru terus diperkenalkan oleh para ahli. Konsep pengelolaan manusia juga terus mengalami perkembangan dari mulai personnel management, human resource management, sampai yang sedang booming saat ini yaitu human capital management. Lalu apa sih perbedaan ketiganya? OK kita bahas satu persatu.

Personnel Management

Personnel management ini hanya berurusan dengan pemberian gaji, pemberian hukuman, pemecatan, pemberian surat, dll. Sebagian besar pekerjaannya hanya berupa administrasi. Tahapan personnel management ini masih menganggap manusia/pekerja sebagai cost.

Contoh: misalkan si udin ingin membuka usaha jual cireng yang terbuat dari aci/tepung tapioka. Si udin mempekerjakan satu orang pekerja dan setiap bulan dikasih gaji. Terus usahanya berkembang dia mempekerjakan satu orang lagi. Itulah personnel management.

Human Resource Management

Inti kata dari HRM adalah “resource”. Arti kata resource sendiri adalah sumber daya. Jadi HRM menganggap pekerja sebagai sumber daya yang harus dikelola agar penggunaannya bisa efektif dan efisien. HRM cenderung masih menganggap pekerja sebagai sumber biaya.

Contoh: si udin yang saya ceritakan tadi ternyata usahanya berkembang dan punya banyak pelanggan karena gerobak cireng si udin mangkal di daerah alun-alun Bandung yang terkenal dengan menara kembarnya dan juga kota kembang tempat jual DVD bajakan, maka gerobaknya selalu dipenuhi pelanggan siang dan malam. Lalu si udin merekrut beberapa karyawan baru biar karyawan tersebut bisa kerja dalam shift dan gerobaknya bisa buka 24 jam. Lalu diaturlah gajinya kalau dia kerja malem berapa gajinya, kalau lembur berapa gajinya, dll. Itulah HRM.

Human Capital Management

Inti dari HCM adalah “capital”. Arti kata capital sendiri adalah modal. Yang namanya modal itu harus diolah sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Jadi HCM memandang pegawai sebagai aset/modal. Aset tersebut harus diolah agar bisa menghasilkan sesuatu untuk perusahaan. Cara pengolahan aset tersebut tentu saja harus sejalan dengan strategi perusahaan.

Contoh: Lagi-lagi si udin gede milikna. Usaha jual cirengnya berkembang pesat. Si udin berpikiran bahwa tempat yang rame siang malem bukan cuma di alun-alun bandung, tapi juga di alun-alun cicalengka, garut, las pegas, dan san pransisko. Ia berpikiran untuk membuka cabang di tempat-tempat tersebut. Lalu si udin mengutus salah satu karyawan seniornya untuk belajar agar bisa menghasilkan suatu inovasi baru. Dikirimlah utusan karyawan tersebut kepada cep juna, cep degan, bondan maknyos, benoe boeloe, dan vicky prasetyo untuk belajar.

Setelah karyawan tersebut pulang, dia membawa penemuan baru yaitu cireng yang terbuat dari aci yang dibalutkan ke tempe sehingga jadilah makanan yang disebut mendoan. Nama mendoan itiu diberikan langsung oleh si raja dangdut, kalau tidak salah namanya lilis karlina.

Karena termasuk penemuan terbaru, mendoan memiliki harga yang cukup tinggi. Saya nggak tau harga pastinya, tapi yang pasti harga 1 ton mendoan lebih tinggi dari harga 1 ton batu bara saat ini. Lalu udin mendirikan lembaga pelatihan untuk karyawan-karyawannya, tentunya dihitung juga ROI nya. Lembanga tersebut berkembang dan bisa menghasilkan cep-cep ternama dibidang kuliner berbahan dasar aci.

Inilah HCM. Strategi bisnis cireng udin adalah product leadership sehingga pengelolaan pekerjanya pun harus mendukung strategi bisnisnya. Contohnya dalam kasus ini, untuk menjadi pemimpin produk, udin harus punya karyawan yang kreatif dan inovatif, salah satu langkahnya adalah dengan menonjolkan pelatihan dan riset.

Leave a Comment